Rabu, 03 Februari 2016
Untuk yang Pergi
Senin, 16 Februari 2015
Perjalanan Melupakan
Kepada kamu yang pernah jadi teman perjalananku.
Beritahu aku, ke mana aku bisa pergi dan sama sekali tidak mengenang yang telah lalu?
Ini pertama kali aku kembali melakukan perjalanan dengan kereta setelah waktu itu, terakhir, bersamamu. Jadi begini rasanya melakukan perjalanan untuk melupakan yang lalu tapi malah teringat sepanjang perjalanan. Kenangan tentang kamu memang sering kurang ajar. Memenuhi pikiran sampai sesak. 12 jam perjalanan ku entah berapa jam yang aku habiskan untuk mengikuti kemauan pikiran untuk kembali ke memori setahun yang lalu.
Setelah aku tersadar, ternyata waktu itu adalah momen yang menyenangkan ya. Bagaimana tidak, 7 jam bercanda tanpa henti. Kamu tau? Aku sangat lelah waktu itu, kamu memintaku untuk terus bercerita tentang apapun padahal aku sangat mengantuk.
Sayang sekali ya, kita salah mengambil langkah setelah perjalanan itu. Padahal berteman saja sudah semenyenangkan itu. Tidak kok, tidak sesalah itu. Maafkan pemilihan diksi ku tadi.
Eh tapi sekarang kita sudah kembali berteman kan ya.
Jadi kapan kita kemana?
Senin, 09 Februari 2015
Permohonan Maaf yang Terlambat
Hai (lagi-lagi) kamu.
Tepat di tanggal ini setahun yang lalu kamu baru saja memenangkan sebuah pertandingan. Segininya aku memperhatikanmu sampai aku masih ingat juga apa yang kamu janjikan beberapa hari sebelumnya.
Setiap malam, seminggu terakhir menjelang pertandingan, kamu selalu mengeluh. Kamu mulai lelah dan mulai gelisah. Dan entah bagaimana awalnya, setiap malam sebagai temanmu aku bersedia mendengarkan, memberi dukungan, dan mengembalikan semangatmu lagi. Aku masih ingat bagaimana kerasnya kamu latihan, menjaga pola makan, dan menghindari segala yang enak tapi dilarang menjelang pertandingan.
Kamu tidak minta dijanjikan ini itu kalau nantinya kamu memenangkan pertandingan. Kamu hanya meminta dukungan dan doa, tidak kurang dan tidak lebih. Kamu meminta aku untuk tidak menonton pertandinganmu. Kamu hanya memperbolehkan aku datang di final. Tiga kali. Aku masih ingat aku memintamu untuk bermain tiga kali. Dan kamu berhasil melakukannya. Bermain tiga kali dan menang.
Ini yang kamu tidak pernah tau, walau di final aku tidak datang, setiap sujudku aku menyebut namamu. Dan ini juga yang tidak pernah kamu tau, aku menyesal tidak datang siang itu. Walau kamu tidak mengatakannya, aku tau kamu kecewa. Malam itu, setelah kemenanganmu, kamu menepati janjimu, mengajakku makan siomay, sederhana sekali.
Aku sangat menyesal tidak datang siang itu. Karena sekarang, kamu tidak lagi mau mengikuti pertandingan. Siang itu seperti kesempatan pertama dan terakhir aku bisa melihatmu dalam sebuah pertandingan. Kesempatan yang aku sia-siakan. Bahkan rasa bersalah karena tidak menepati janjiku untuk datang siang itu masih selalu terbayang sampai sekarang walau kamu sudah melupakan bahwa kamu pernah memintaku untuk berada di dekatmu.
Ini yang mau aku sampaikan lewat surat ini. Maafkan aku yang tidak menepati janjiku seperti kamu menepati janjimu. Maaf aku menyakiti hatimu seawal itu.
Selasa, 16 Juli 2013
Anehnya, Aku Kangen Sekolah
3 tahun jadi siswa SMA, banyak senangnya, banyak serunya, tapi juga sedihnya nggak kalah banyak. Mulai dari MOPDB yang begitu mengesankan, pesantren kilat, buber 3 angkatan, kemah besar, event yang buanyak, tour ke Bali, pendalaman materi, TPM, ujian macem-macem, doa bersama di Joglo, UN, sampai ditutup euforia wisuda 2 hari setelah pengumuman kelulusan UN. Memorable. Semua dilewati bareng kalian. Yang berat jadi ringan, yang udah ringan semakin ringan. Berjuang bersama hingga akhirnya emang harus pisah menempuh jalan masing-masing ke masa depan.
Pagi ini aku benar-benar merindukan masa sekolah. Kangen suasana kelas yang kayak pasar. Kangen rasanya stres ketemu soal yang masih aja nggak bisa cara ngerjainnya padahal udah H-7 hari UN. Kangen bolos PM demi sarapan di kantin. Kangen les sampai malem. Kangen gedabikan siap-siap di pagi hari biar nggak telat PM (yang pada akhirnya tetep telat juga dan malah nggak ikut PM). Kangen ngetawain guru yang jayus. Kangen debat masalah nggak penting. Kangen bolos. Kangen latihan soal. Kangen belajar. Kangen olahraga di Lapbas. Kangen nggodain adek kelas waktu olahraga. Kangen. Kangen aja gitu.
Ah, yang namanya kenangan emang sampai kapanpun cuma kenangan. Mau diulang lagi juga nggak bisa. Ya cuma bisa dikenang. Buat cerita ke anak cucu besok. Hal-hal bodoh yang dulu sering dilakuin juga cuma bisa jadi bahan lucu-lucuan aja sekarang. Banyak pengalaman dan pelajaran yang aku dapet bareng kalian.
Terimakasih atas canda, tawa, tangis, perjuangan, pengorbanan, kekuatan, keberanian, semangat, dan semuanya. Terimakasih untuk 3 tahun ini, SIMPLE. Selamat ulang tahun! (telat yoben).
Kamis, 30 Mei 2013
Jangan Gengsi
Kita masih di sini. Kita nggak berubah. Kita nggak menjauh. Kita hanya... apa ya. Kita hanya sadar diri mungkin.
Kamu sedang menikmati dunia barumu. Silahkan. Kita bisa apa? Mencegah? Marah? Ngambek? Kita bukan anak kecil lagi, kan?
Kita cuma pengen kamu tau kita nggak pergi. Bukannya kita nggak peduli. Cuma kita diem aja. Saat kamu membutuhkan kita, bilang aja kayak biasa. Kita masih ada. Cuma kita nggak selalu tau tanpa kamu bilang.
Kamu juga tau kan pasti. Jangan canggung. Jangan gengsi. Karena mungkin sekarang kamu mulai duluan itu lebih perlu daripada kita yang mengajak.
Kalau kamu kenal kita, kamu pasti tau harus bagaimana.
Minggu, 07 April 2013
I'm Officially 18th
Hari ini, resmi 18 tahun. Syukur aku panjatkan pertama kali saat membuka mata pagi ini. Alhamdulillah masih diberi kesempatan menginjak umur baru. Langsung tergerak untuk mengecek hape, dan ya sudah ada beberapa notifikasi. Ada beberapa chat yang sudah masuk. Tahun ini memang teman-teman udah nggak lupa lagi ulang tahunku kayak tahun lalu ( baca di sini ). Pagi ini, @resazakaria berhasil bikin mewek. Mewek di minggu pagi, sepagi itu -_- ah tep terimakasih, Resa :)
Buka twitter, dan sudah ada beberapa juga. Selamat om @wsnfk jadi yang pertama dan doamu itu om, you know me so well :")
Detik berganti menit berganti jam, terus nambah aja yang ngucapin. Ah bahagia :) Belum lagi banyak yang ngasih kado-kado sederhana seperti editan foto, foto ucapan, cerita mini, dan lain lain. Terimakasih banyak. Sesederhana itu saja aku sudah bahagia :D
Tidak bisa dideskripsikan secara jelas bagaimana perasaan hari ini. Ternyata aku nggak pernah sendiri. Temanku selalu ada. Memang lebih membahagiakan saat banyak yang tau. Terimakasih :)
Semoga semua doanya terkabul ya. Sukses juga buat kalian :)
But-But, nuwun banget aku nggak nyangka kalian.... ah sederhana sekali, tapi sungguh aku bahagia :)
Buat abang-abang yang membuat malam ini full of ngakak, terimakasih juga :)
YaAllah. Terimakasih. Terimakasih karena masih diberi kesempatan bernapas. Masih diberi kekuatan untuk hidup. Masih diberi orang tua lengkap. Masih diberi adek yang diam-diam perhatian. Masih diberi banyak teman. Masih diberi kesempatan untuk terus berubah ke arah yang baik. Terimakasih yaAllah. Aku sudah memilih untuk mengikuti jalan yang Kau tunjukkan. Terimakasih :)
Kamis, 27 Desember 2012
Penceritaku
Aku pencerita. Kamu pencerita. Tapi, kadang aku memilih menjadi pendengar agar aku bisa mendengar ceritamu. Tentang apapun. Bahkan, tentang duniamu yang kadang susah untuk aku mengerti. Aku tidak memaksa diriku untuk selalu mengerti tentang duniamu kok. Aku tidak suka berpura pura mengerti agar kamu senang. Karena aku tidak mau sok tau.
Saat aku benar benar tidak mengerti tentang dunia yang sedang kamu ceritakan, aku akan bertanya. Dan selalu kamu menjawab dengan semangat. Bukannya mengeluh,"Duh susah ya cerita sama kamu".
Aku bahagiaaaaa bisa hidup di dunia yang dari banyaknya manusia, ada kamu menjadi salah satunya. Aku bahagia mengenalmu.
Selasa, 27 November 2012
Waktu Bersama
Saat aku butuh menulis dan tidak menemukan inspirasi baru, aku mencoba menggali segala memori tentang aku dan kamu. Barangkali ada bahan yang bisa aku tuliskan di sini. Tapi, susah. Baru aku sadari kalau kamu banyak omong. Terlalu banyak yang dibicarakan. Sampai-sampai aku lupa. Hahaha :)) nggak papa. Cukup senang mengingat bahwa kita pernah punya banyak waktu untuk bercengkrama.
Rabu, 21 November 2012
Quality Time
Quality time antara kita, kadang tercipta tanpa sengaja. Tawa itu. Tawa yang selalu aku rindukan. Hahaha :)) seakan beban menguap, hilang bersama asap dari otak otak yang terbakar karena tugas. Nggak mutu. Semua yang kita lakukan nggak mutu. Tapi, at least itu berhasil bikin kita ngakak bareng. That's why I love you :*
Quality time yang semakin jarang ini, seenggaknya menunjukkan bahwa masih akan ada kita. Semoga memang selalu ada kita. L.
Selasa, 20 November 2012
More Far Away
Hujan kala ini, aku kangen kamu. Masih kangen kamu tepatnya. Ha ha ha. Rasanya baru beberapa hari yang lalu ya kita ngumpul. Tapi, rasanya seperti bukan kita. Bukan kita yang dulu deket. Banyak hal yang ya entahlah, tidak usah diungkap. Mungkin belum saatnya. Berlebihan sepertinya. Nggak peduli. Tawa kita dulu lebih mengosak asik pikiranku daripada komentar apa yang akan keluar dari yang baca ini.
Selalu saja tercekat saat membuat post tentang kita. Sebanyak ini ternyata rasa untukmu ada. Sebesar ini ternyata bagianmu di memori. Sedalam ini ternyata aku merindukanmu.
Semoga apapun yang kita lakukan, kita selalu baik-baik saja.
#np: Nothing Lasts Forever- Maroon 5.
Andai berbicara dengamu lebih mudah daripada membuat post tentang kita, L.
Semoga Masih Bisa
"Everybody doesn't change. Everybody grows up"- Teman.
Iya. Semua orang tumbuh menjadi lebih dewasa, lebih sibuk, lebih banyak relasi, lebih banyak menghadapi masalah yang berat, dan lebih lebih yang lainnya. Aku tumbuh. Kamu juga tumbuh. Semakin lama kamu tumbuh menjadi orang yang berbeda. Beda dari 1 tahun lalu atau 2 tahun lalu, awal aku dekat denganmu. Kamu itu berarti. Rasanya hambar tanpa kamu. Sepi.
Tapi, lama-kelamaan seperti kita tidak peduli satu sama lain. Saling memendam apa yang kita rasakan. Tidak ada lagi keterbukaan. Penerimaan. Berusaha tidak merasa akan segala perubahan.
Aku kangen. Kangen membuang waktu dengan hal-hal tidak berkualitas yang kita lakukan. Kangen saling mengejek, tertawa bersama dalam kesederhanaan. Kangen menggila di tempat umum, seperti hanya kita yang ada di situ. Kangen bercerita, berbagi apa saja bersama. Kangen saat saling perhatian. Kangen saat sholat berjamaah di ruangan kecil. Kangen membuang waktu sangat lama untuk memesan makanan. Kangen saling mencuri bagian makanan. Kangen berjingkrak di ruang berAC sambil berkaraoke. Kangen saat tidak ada yang dibicarakan di belakang karena semua diungkapkan. Aku kangen setiap moment yang pernah kita lakukan, yang terekam dengan baik di memori.
Sekarang, tidak berani lagi berekspetasi tinggi. Bahkan, saling menyapa dan menanyakan kabar saja itu sudah lumayan. Lumayan baik. Masih bisa berbasa-basi denganmu saja sudah bersyukur. Masih tau kabar terbarumu saja sudah amat senang. Apalagi tau kalau kamu juga merindukan kita, bahagia rasanya.
Semoga kamu selalu baik-baik saja. Semoga kita selalu baik-baik saja. Semoga kangen ini terobati. Walau harus memendam rasa ini begitu lama. Semoga masih bisa. Semoga masih ada kita.
Terimakasih, L.
Selasa, 24 Juli 2012
Kelas XII
![]() |
| ABK yang sangat aku cintai |
Jumat, 01 Juni 2012
Terdengar Sedikit Munafik
biarkan semua itu cuma aku yang tau, cuma aku yang rasa.
egois? iya mungkin. tapi, buat hal ini nggak masalah.
aku mulai tersadar dari keadaan khayal yang beberapa waktu lalu aku rasakan.
dan sekarang kembali aku memegang prinsip "Let it flow~".
aku cukup bersyukur ada mereka disampingku.
"when I see you smile~ I can face the world"
ya. aku masih bisa tersenyum untuk membuat orang lain ikut tersenyum walau mungkin nggak banyak dari mereka yang tau apa sebenarnya aku rasakan.
itu semua berkat mereka :'D
"galau kok diliatin ke orang lain. ayolah, jangan keliatan lemah gitu"-x
ya. aku juga selalu mengingat kalimat-kalimat itu saat semua hal itu kembali mengganggu ketenangan hidupku #tsaah
dan terimakasih atas pesanmu yang kamu katakan secara tesirat di mimpiku. sekarang aku tau bagaimana aku harus melangkah.
"aku pergi ya. aku nggak balik lagi"-y
banyak hal mencoba menjatuhkanku lagi. mulai dari sebuah artikel, lagu di radio, atau mungkin pikiranku sendiri.
tapi, galau atau tidak adalah sebuah pilihan.
"Just open your heart again and moving on"
untuk saat ini, hujan belum datang dan menghancurkan pertahanan kokoh yang sudah aku bangun dengan susah payah. dan saat hujan datang, aku siap. aku sudah siap menjaga pertahanan ini untuk tidak runtuh.
bagaimanapun juga, aku harus bisa mengatur pikiranku sendiri.
"balik pun juga nggak bakal jadi baik kok"-x
so, sekarang mungkin kalian mulai tau. kenapa aku bersikap seperti ini. mungkin terdengar sedikit munafik bagi kalian. tapi, ini usahaku untuk bergerak maju. bukannya munafik, aku hanya senang melihat orang lain senang, karena melihatku bahagia saat berada di sekitar mereka :)
"Sometime I wanna give up, wanna give in, wanna quit the fight. and then I see you, #noltigabelas. and everything's all right" (ง•̀,•́)ง ♥ ~(˘▾˘)~
