Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sahabat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Februari 2016

Untuk yang Pergi

Hai, kamu yang entah sedang ada di mana. Maaf, aku nggak bisa menepati kata-kataku sendiri.
Bagaimana aku bisa nggak menyertakanmu sama sekali di sini kalau nyawa dari tulisanku selama ini adalah kamu. Jangan marah.

Boleh aku cerita sedikit? Akhir-akhir ini aku sepertinya terlalu percaya diri. Merasa sudah bisa nggak mengingatmu sama sekali. Merasa sudah baik-baik saja dengan segala jarak yang sengaja kita buat. Tapi jauh di lubuk hati ada hampa yang selalu diabaikan. Menumpuknya dengan segala kesibukan lain agar kosongnya nggak terasa.

Nggak ada lagi kamu menanyakan kabar. Nggak ada lagi basa-basimu yang basi menanyakan kapan aku punya pacar baru. Nggak ada lagi kamu pendengar di mana aku bisa menceritakan keluhanku tentang apa saja. Nggak ada lagi saran konyol yang dikatakan supaya aku nggak begitu kepikiran sama masalah yang lagi aku alami. Hei, aku lebih kangen sebagai teman tau?! Jangan ketawa kamu di sana!
Nggak ada lagi yang seasik kamu, eh cuma belum nemu lagi, Bahkan kamu mengalahkan temen-temen lamaku. Satu kamu, merangkap mereka semua. Maklum kan kalau aku merasa kehilangan.

Aku kehilangan kamu, sebagai temanku, karena status yang berubah.

Tapi seberapa besar rasa kehilangan itu....
Iya, aku tau kamu mau bilang apa.
Iya, aku bakal nemu lagi seseorang yang baru.
Iya, aku bakal nemu lagi temen yang asik, yang satu dia bisa merangkap kamu dan temen-temen lamaku.
Iya, aku baik-baik aja.

Aku baik-baik aja dengan nggak tau sedikit pun kabar tentang kamu.

Jadi... Tolong terus jaga jarak. Jangan iseng lagi nanyain kabar apalagi nanyain udah punya pacar lagi atau belum sampai semesta ngasih ijin buat kita temenan lagi. Kalau tiba-tiba ada yang ngajak aku nikah, kamu juga kok yang bakal dikabari secepatnya hahaha

Semoga kamu bahagia selalu :)

Dari,
temanmu yang kehilangan.

Senin, 16 Februari 2015

Perjalanan Melupakan

Kepada kamu yang pernah jadi teman perjalananku.

Beritahu aku, ke mana aku bisa pergi dan sama sekali tidak mengenang yang telah lalu?

Ini pertama kali aku kembali melakukan perjalanan dengan kereta setelah waktu itu, terakhir, bersamamu. Jadi begini rasanya melakukan perjalanan untuk melupakan yang lalu tapi malah teringat sepanjang perjalanan. Kenangan tentang kamu memang sering kurang ajar. Memenuhi pikiran sampai sesak. 12 jam perjalanan ku entah berapa jam yang aku habiskan untuk mengikuti kemauan pikiran untuk kembali ke memori setahun yang lalu.

Setelah aku tersadar, ternyata waktu itu adalah momen yang menyenangkan ya. Bagaimana tidak, 7 jam bercanda tanpa henti. Kamu tau? Aku sangat lelah waktu itu, kamu memintaku untuk terus bercerita tentang apapun padahal aku sangat mengantuk.

Sayang sekali ya, kita salah mengambil langkah setelah perjalanan itu. Padahal berteman saja sudah semenyenangkan itu. Tidak kok, tidak sesalah itu. Maafkan pemilihan diksi ku tadi.

Eh tapi sekarang kita sudah kembali berteman kan ya.

Jadi kapan kita kemana?

Senin, 09 Februari 2015

Permohonan Maaf yang Terlambat

Hai (lagi-lagi) kamu.

Tepat di tanggal ini setahun yang lalu kamu baru saja memenangkan sebuah pertandingan. Segininya aku memperhatikanmu sampai aku masih ingat juga apa yang kamu janjikan beberapa hari sebelumnya.

Setiap malam, seminggu terakhir menjelang pertandingan, kamu selalu mengeluh. Kamu mulai lelah dan mulai gelisah. Dan entah bagaimana awalnya, setiap malam sebagai temanmu aku bersedia mendengarkan, memberi dukungan, dan mengembalikan semangatmu lagi. Aku masih ingat bagaimana kerasnya kamu latihan, menjaga pola makan, dan menghindari segala yang enak tapi dilarang menjelang pertandingan.

Kamu tidak minta dijanjikan ini itu kalau nantinya kamu memenangkan pertandingan. Kamu hanya meminta dukungan dan doa, tidak kurang dan tidak lebih. Kamu meminta aku untuk tidak menonton pertandinganmu. Kamu hanya memperbolehkan aku datang di final. Tiga kali. Aku masih ingat aku memintamu untuk bermain tiga kali. Dan kamu berhasil melakukannya. Bermain tiga kali dan menang.

Ini yang kamu tidak pernah tau, walau di final aku tidak datang, setiap sujudku aku menyebut namamu. Dan ini juga yang tidak pernah kamu tau, aku menyesal tidak datang siang itu. Walau kamu tidak mengatakannya, aku tau kamu kecewa. Malam itu, setelah kemenanganmu, kamu menepati janjimu, mengajakku makan siomay, sederhana sekali.

Aku sangat menyesal tidak datang siang itu. Karena sekarang, kamu tidak lagi mau mengikuti pertandingan. Siang itu seperti kesempatan pertama dan terakhir aku bisa melihatmu dalam sebuah pertandingan. Kesempatan yang aku sia-siakan. Bahkan rasa bersalah karena tidak menepati janjiku untuk datang siang itu masih selalu terbayang sampai sekarang walau kamu sudah melupakan bahwa kamu pernah memintaku untuk berada di dekatmu.

Ini yang mau aku sampaikan lewat surat ini. Maafkan aku yang tidak menepati janjiku seperti kamu menepati janjimu. Maaf aku menyakiti hatimu seawal itu.

Selasa, 16 Juli 2013

Anehnya, Aku Kangen Sekolah

Minggu ini minggu awal masuk sekolah tahun ajaran baru. Adek yang sekarang udah SMA, lagi sibuk sama tugas MOPDB. Lihat adek bangun pagi, lalu cepat mandi, berseragam, dan sarapan, bikin kangen masa-masa itu. Waktu sekolah rasanya males banget buat berangkat. Ya motivasi terbesar buat ke sekolah ya ketemu temen. Eh pas udah nganggur dan nggak sekolah gini kokya kangen. Betapa hidupku keliatan nggak selo karena pagi sampai sore harus berkegiatan di sekolah dan bimbel, dulu. Kalu ada yang bilang masa SMA itu asik, ya emang asik. Tapi nggak selalu asik.

3 tahun jadi siswa SMA, banyak senangnya, banyak serunya, tapi juga sedihnya nggak kalah banyak. Mulai dari MOPDB yang begitu mengesankan, pesantren kilat, buber 3 angkatan, kemah besar, event yang buanyak, tour ke Bali, pendalaman materi, TPM, ujian macem-macem, doa bersama di Joglo, UN, sampai ditutup euforia wisuda 2 hari setelah pengumuman kelulusan UN. Memorable. Semua dilewati bareng kalian. Yang berat jadi ringan, yang udah ringan semakin ringan. Berjuang bersama hingga akhirnya emang harus pisah menempuh jalan masing-masing ke masa depan.

Pagi ini aku benar-benar merindukan masa sekolah. Kangen suasana kelas yang kayak pasar. Kangen rasanya stres ketemu soal yang masih aja nggak bisa cara ngerjainnya padahal udah H-7 hari UN. Kangen bolos PM demi sarapan di kantin. Kangen les sampai malem. Kangen gedabikan siap-siap di pagi hari biar nggak telat PM (yang pada akhirnya tetep telat juga dan malah nggak ikut PM). Kangen ngetawain guru yang jayus. Kangen debat masalah nggak penting. Kangen bolos. Kangen latihan soal. Kangen belajar. Kangen olahraga di Lapbas. Kangen nggodain adek kelas waktu olahraga. Kangen. Kangen aja gitu.

Ah, yang namanya kenangan emang sampai kapanpun cuma kenangan. Mau diulang lagi juga nggak bisa. Ya cuma bisa dikenang. Buat cerita ke anak cucu besok. Hal-hal bodoh yang dulu sering dilakuin juga cuma bisa jadi bahan lucu-lucuan aja sekarang. Banyak pengalaman dan pelajaran yang aku dapet bareng kalian.
Terimakasih atas canda, tawa, tangis, perjuangan, pengorbanan, kekuatan, keberanian, semangat, dan semuanya. Terimakasih untuk 3 tahun ini, SIMPLE. Selamat ulang tahun! (telat yoben).

Kamis, 30 Mei 2013

Jangan Gengsi

Kita masih di sini. Kita nggak berubah. Kita nggak menjauh. Kita hanya... apa ya. Kita hanya sadar diri mungkin.
Kamu sedang menikmati dunia barumu. Silahkan. Kita bisa apa? Mencegah? Marah? Ngambek? Kita bukan anak kecil lagi, kan?
Kita cuma pengen kamu tau kita nggak pergi. Bukannya kita nggak peduli. Cuma kita diem aja. Saat kamu membutuhkan kita, bilang aja kayak biasa. Kita masih ada. Cuma kita nggak selalu tau tanpa kamu bilang.
Kamu juga tau kan pasti. Jangan canggung. Jangan gengsi. Karena mungkin sekarang kamu mulai duluan itu lebih perlu daripada kita yang mengajak.
Kalau kamu kenal kita, kamu pasti tau harus bagaimana.

Minggu, 07 April 2013

I'm Officially 18th

Hari ini, resmi 18 tahun. Syukur aku panjatkan pertama kali saat membuka mata pagi ini. Alhamdulillah masih diberi kesempatan menginjak umur baru. Langsung tergerak untuk mengecek hape, dan ya sudah ada beberapa notifikasi. Ada beberapa chat yang sudah masuk. Tahun ini memang teman-teman udah nggak lupa lagi ulang tahunku kayak tahun lalu ( baca di sini ). Pagi ini, @resazakaria berhasil bikin mewek. Mewek di minggu pagi, sepagi itu -_- ah tep terimakasih, Resa :)
Buka twitter, dan sudah ada beberapa juga. Selamat om @wsnfk jadi yang pertama dan doamu itu om, you know me so well :")

Detik berganti menit berganti jam, terus nambah aja yang ngucapin. Ah bahagia :) Belum lagi banyak yang ngasih kado-kado sederhana seperti editan foto, foto ucapan, cerita mini, dan lain lain. Terimakasih banyak. Sesederhana itu saja aku sudah bahagia :D
Tidak bisa dideskripsikan secara jelas bagaimana perasaan hari ini. Ternyata aku nggak pernah sendiri. Temanku selalu ada. Memang lebih membahagiakan saat banyak yang tau. Terimakasih :)
Semoga semua doanya terkabul ya. Sukses juga buat kalian :)

But-But, nuwun banget aku nggak nyangka kalian.... ah sederhana sekali, tapi sungguh aku bahagia :)
Buat abang-abang yang membuat malam ini full of ngakak, terimakasih juga :)

YaAllah. Terimakasih. Terimakasih karena masih diberi kesempatan bernapas. Masih diberi kekuatan untuk hidup. Masih diberi orang tua lengkap. Masih diberi adek yang diam-diam perhatian. Masih diberi banyak teman. Masih diberi kesempatan untuk terus berubah ke arah yang baik. Terimakasih yaAllah. Aku sudah memilih untuk mengikuti jalan yang Kau tunjukkan. Terimakasih :)

Kamis, 27 Desember 2012

Penceritaku

Aku pencerita. Kamu pencerita. Tapi, kadang aku memilih menjadi pendengar agar aku bisa mendengar ceritamu. Tentang apapun. Bahkan, tentang duniamu yang kadang susah untuk aku mengerti. Aku tidak memaksa diriku untuk selalu mengerti tentang duniamu kok. Aku tidak suka berpura pura mengerti agar kamu senang. Karena aku tidak mau sok tau.
Saat aku benar benar tidak mengerti tentang dunia yang sedang kamu ceritakan, aku akan bertanya. Dan selalu kamu menjawab dengan semangat. Bukannya mengeluh,"Duh susah ya cerita sama kamu".
Aku bahagiaaaaa bisa hidup di dunia yang dari banyaknya manusia, ada kamu menjadi salah satunya. Aku bahagia mengenalmu.

Selasa, 27 November 2012

Waktu Bersama

Saat aku butuh menulis dan tidak menemukan inspirasi baru, aku mencoba menggali segala memori tentang aku dan kamu. Barangkali ada bahan yang bisa aku tuliskan di sini.  Tapi, susah. Baru aku sadari kalau kamu banyak omong. Terlalu banyak yang dibicarakan. Sampai-sampai aku lupa. Hahaha :)) nggak papa. Cukup senang mengingat bahwa kita pernah punya banyak waktu untuk bercengkrama.

Rabu, 21 November 2012

Quality Time

Quality time antara kita, kadang tercipta tanpa sengaja. Tawa itu. Tawa yang selalu aku rindukan. Hahaha :)) seakan beban menguap, hilang bersama asap dari otak otak yang terbakar karena tugas. Nggak mutu. Semua yang kita lakukan nggak mutu. Tapi, at least itu berhasil bikin kita ngakak bareng. That's why I love you :*

Quality time yang semakin jarang ini, seenggaknya menunjukkan bahwa masih akan ada kita. Semoga memang selalu ada kita. L.

Selasa, 20 November 2012

More Far Away

Hujan kala ini, aku kangen kamu. Masih kangen kamu tepatnya. Ha ha ha. Rasanya baru beberapa hari yang lalu ya kita ngumpul. Tapi, rasanya seperti bukan kita. Bukan kita yang dulu deket. Banyak hal yang ya entahlah, tidak usah diungkap. Mungkin belum saatnya. Berlebihan sepertinya. Nggak peduli. Tawa kita dulu lebih mengosak asik pikiranku daripada komentar apa yang akan keluar dari yang baca ini.

Selalu saja tercekat saat membuat post tentang kita. Sebanyak ini ternyata rasa untukmu ada. Sebesar ini ternyata bagianmu di memori. Sedalam ini ternyata aku merindukanmu.

Semoga apapun yang kita lakukan, kita selalu baik-baik saja.

#np: Nothing Lasts Forever- Maroon 5.

Andai berbicara dengamu lebih mudah daripada membuat post tentang kita, L.

Semoga Masih Bisa

"Everybody doesn't change. Everybody grows up"- Teman.

Iya. Semua orang tumbuh menjadi lebih dewasa, lebih sibuk, lebih banyak relasi, lebih banyak menghadapi masalah yang berat, dan lebih lebih yang lainnya. Aku tumbuh. Kamu juga tumbuh. Semakin lama kamu tumbuh menjadi orang yang berbeda. Beda dari 1 tahun lalu atau 2 tahun lalu, awal aku dekat denganmu. Kamu itu berarti. Rasanya hambar tanpa kamu. Sepi.

Tapi, lama-kelamaan seperti kita tidak peduli satu sama lain. Saling memendam apa yang kita rasakan. Tidak ada lagi keterbukaan. Penerimaan. Berusaha tidak merasa akan segala perubahan.

Aku kangen. Kangen membuang waktu dengan hal-hal tidak berkualitas yang kita lakukan. Kangen saling mengejek, tertawa bersama dalam kesederhanaan. Kangen menggila di tempat umum, seperti hanya kita yang ada di situ. Kangen bercerita, berbagi apa saja bersama. Kangen saat saling perhatian. Kangen saat sholat berjamaah di ruangan kecil. Kangen membuang waktu sangat lama untuk memesan makanan. Kangen saling mencuri bagian makanan. Kangen berjingkrak di ruang berAC sambil berkaraoke. Kangen saat tidak ada yang dibicarakan di belakang karena semua diungkapkan. Aku kangen setiap moment yang pernah kita lakukan, yang terekam dengan baik di memori.

Sekarang, tidak berani lagi berekspetasi tinggi. Bahkan, saling menyapa dan menanyakan kabar saja itu sudah lumayan. Lumayan baik. Masih bisa berbasa-basi denganmu saja sudah bersyukur. Masih tau kabar terbarumu saja sudah amat senang. Apalagi tau kalau kamu juga merindukan kita, bahagia rasanya.

Semoga kamu selalu baik-baik saja. Semoga kita selalu baik-baik saja. Semoga kangen ini terobati. Walau harus memendam rasa ini begitu lama. Semoga masih bisa. Semoga masih ada kita.
Terimakasih, L.

Selasa, 24 Juli 2012

Kelas XII

sedih adalah saat kamu membayangkan jalan hidupmu semasa kelas xii. peralihan dari kelas xi yang gayeng abis ke kelas xii yang serius. mau nggak mau harus meninggalkan segala kegiatan yang asik, seperti nongkrong dan mendaki gunung. semua temanmu akan berubah. dari yang cangkeman menjadi anteng. hey bung, aku kangen suasana kelas xi bareng ABK. dimana itu adalah masa SMA paling asik sepanjang masa! tapi ya gimana. emang harus gini kan. harus serius biar nggak menyesal. semoga pengorbanan dan usaha membuahkan hasil yang sangat baik.

terimakasih untuk malam ini @kapal_bahagia. kalian tau? kalian adalah ABK terasik sepanjang masa putih abu-abu ku. semoga sukses untuk kita semua. aku cinta kalian! terimakasih sudah membuat masa SMA ku gayeng ♥

ABK yang sangat aku cintai

Jumat, 01 Juni 2012

Terdengar Sedikit Munafik

banyak yang bisa aku ceritakan tapi aku nggak mau.
biarkan semua itu cuma aku yang tau, cuma aku yang rasa.
egois? iya mungkin. tapi, buat hal ini nggak masalah.
aku mulai tersadar dari keadaan khayal yang beberapa waktu lalu aku rasakan.
dan sekarang kembali aku memegang prinsip "Let it flow~".
aku cukup bersyukur ada mereka disampingku.
"when I see you smile~ I can face the world"
ya. aku masih bisa tersenyum untuk membuat orang lain ikut tersenyum walau mungkin nggak banyak dari mereka yang tau apa sebenarnya aku rasakan.
itu semua berkat mereka :'D
"galau kok diliatin ke orang lain. ayolah, jangan keliatan lemah gitu"-x
ya. aku juga selalu mengingat kalimat-kalimat itu saat semua hal itu kembali mengganggu ketenangan hidupku #tsaah
dan terimakasih atas pesanmu yang kamu katakan secara tesirat di mimpiku. sekarang aku tau bagaimana aku harus melangkah.
"aku pergi ya. aku nggak balik lagi"-y

banyak hal mencoba menjatuhkanku lagi. mulai dari sebuah artikel, lagu di radio, atau mungkin pikiranku sendiri.
tapi, galau atau tidak adalah sebuah pilihan.
"Just open your heart again and moving on"
untuk saat ini, hujan belum datang dan menghancurkan pertahanan kokoh yang sudah aku bangun dengan susah payah. dan saat hujan datang, aku siap. aku sudah siap menjaga pertahanan ini untuk tidak runtuh.
bagaimanapun juga, aku harus bisa mengatur pikiranku sendiri.
"balik pun juga nggak bakal jadi baik kok"-x
so, sekarang mungkin kalian mulai tau. kenapa aku bersikap seperti ini. mungkin terdengar sedikit munafik bagi kalian. tapi, ini usahaku untuk bergerak maju. bukannya munafik, aku hanya senang melihat orang lain senang, karena melihatku bahagia saat berada di sekitar mereka :)

"Sometime I wanna give up, wanna give in, wanna quit the fight. and then I see you, #noltigabelas. and everything's all right" (ง•̀,•́)ง  ♥ ~(˘▾˘)~

Senin, 21 Mei 2012

Untuk Kalian

aku merasa lengkap walaupun aku nggak tinggal bersama orangtuaku dan aku nggak punya pacar. kenapa? ya, karena aku punya kalian. kalian yang takkan terganti. entah, rasanya berat inget kelas XI cuma tinggal menghitung hari. akhir-akhir ini, penggayengan bersama kalian, mungkin semua itu yang akan selalu diingat dan dikenang. betapa aku bahagia dapat bertemu kalian. bahkan semua kata-kata yang dapat menggambarkan bagaimana perasaanku terhadap kalian, nggak cukup dituliskan semua disini. kalian yang buat aku lupa sesaat dengan segala kepenatan yang ada. betapa aku sangat mencintai kalian. mungkin kalian nggak peduli dengan apa yang aku tuliskan disini. tapi, aku tetap mencintai kalian. aku sangat bersyukur mengenal kalian. doaku sederhana. semoga kita dapat lulus 100% tahun 2013. semoga kita semua menjadi orang yang sukses yang tidak melupakan satu sama lain. amin

NB: @smada013. setiap hari adalah penggayengan bersama kalian.