Dini hari begini, aku menerka-nerka. Di mana kamu? Baik-baik saja kan kamu? Sudah sholat? Sudah tidur? Atau masih bekerja? Masih belajar?
Jarak yang merentang antara kita bukan pemisah, sayang. Hanya saja ada saat kamu lupa memberi kabar dan membuatku cemas. Aku tidak terlalu mempermasalahlan hal itu. Lupa juga sifat bawaan manusia. Aku harap kamu selalu baik-baik saja.
Pertanyaan lain yang muncul di pikiranku adalah apakah esok hari masih ada cintamu untukku?
Apakah dengan jarak yang merentang belum hilang semua itu?
Apakah masih milikku semua sayang dan perhatianmu itu?
Dan sudahkah kamu merindukanku?
Aku harap iya. Karena aku begitu.
Dini hari ini, aku memikirkanmu. Apa kamu juga sama? Memikirkan hal yang sama? Kenapa tidak kita sudahi saja pemikiran ini dengan sebuah obrolan dini hari? Antara kamu dan aku, lewat telepon atau apapun?
Sudahlah, selamat tidur.
Senin, 13 Mei 2013
Long Distance Relationship
Minggu, 05 Mei 2013
Sedih juga Sederhana
Nggak cuma bahagia yang sederhana. Sedih juga sederhana.
Sesederhana bangun lalu sadar masih tak ada kabar dari kamu.
Sesederhana ingin menyapamu tapi impossible to do.
Sesederhana ingin bertemu denganmu tetapi takut akan segala awkward silence yang akan terjadi.
Sesederhana membutuhkanmu tapi kamu tidak ada.
Sesederhana menerima kabar yang tidak terlalu buruk tetapi bisa menghancurkan mood seharian bahkan seminggu.
Sesederhana kamu tau hari-hari ke depanmu bakal sulit untuk dijalani.
Sesederhana membayangkan akan bagaimana ke depannya saja kamu tidak sanggup.
Sesederhana hilang kontak dengan teman dekat.
Sesederhana tidak akan ada lagi canda tawa sharing kumpul yang biasa. Biasa tanpa rasa canggung.
Sesederhana menyadari bahkan rindu sudah ada sewaktu detik di mana semuanya berakhir.
Sesederhana sore ini.
Merindu Sendiri
Kadang ada waktu sendiri yang aku habiskan dengan mengingatmu. Seperti dini hari ini. Bersama sepi tanpa kopi kesukaanmu, atau susu favoritku, aku mengingatmu.
Hai sayang. Apa kabar? Apakah setelah berbulan-bulan kita tidak melewati rutinitas menikmati kopi dan susu bersama di pagi hari, pernahkah sekali saja kamu mengingatku? Apakah di sela padatnya aktivitasmu seharian sudah tidak lagi kamu membutuhkan perhatianku? Apakah ada sepersekian detik di setiap harimu yang memintamu untuk menghubungi duluan? Apakah rasa gengsi atau bahkan egomu itu masih menang melawan hati kecilmu? Apakah kamu merindukanku seperti apa yang selalu aku lakukan kepadamu? Apakah sesulit itu mengatakan "Aku juga merindukanmu"?
Rasa yang tidak berbalas memang kadang menyakitkan. Merindu sendiri misalnya.
Minggu, 28 April 2013
4 Sehat, 5 Sempurna
Makanan bergizi itu 4 sehat, 5 sempurna. Mirip kita ya. Tapi buat kita, lama kelamaan jadi 4 sehat, sempurna di tangan Allah SWT. Kok bisa? Iya, untuk mendapatkan 5 sempurna, sekarang tergantung Allah SWT. Kalau Dia lagi ingin kita merasakan 'sempurna', kita dikasih 5 sempurna. Kalau kita lagi disuruh untuk merasakan apa arti 'cukup', Dia memberi kita 4 sehat.
4 atau 5 sama sehatnya. Tapi, 5 lebih sempurna. Get it?
Senin, 22 April 2013
Kamu, Rindu, dan Benci
"Kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita cintai, jadi membenci selalu jadi pilihan yang benar"- Divortiare.
Aku selalu merasa sakit saat mendengar suaramu atau tentang kamu, teringat kamu, dan melihat atau mengetahui ada kamu di sekitarku. Kamu ada dan aku cuma bisa diam. Kamu dan rasa sakit itu seakan menerorku. Berarti aku benar-benar mencintaimu kan? Kamu boleh bilang ini omong kosong. Tapi, memang begini adanya.
Setiap rindu datang lagi lagi lagi dan aku hanya bisa menangis sendiri, aku berpikir mungkin membenci adalah pilihan yang tepat. Aku mulai membencimu. Bukan hanya barusan. Tapi, sejak... sejak... sejak... sejak aku mulai susah mengutarakan rindu.
Sabtu, 13 April 2013
Pagiku Tanpamu
Pagiku masih sama. Tanpamu dan tanpa kopi. Sejatinya aku memang bukan penikmat kopi. Aku tidak pernah meminta kopi menemani sarapanku. Tapi, aku sangat ingin kamu ada di pagiku. Sesederhana itu bahagia yang sederhana akan aku dapat. Cuma sesederhana itu, sayang.
Andai kamu tau, betapa besar semangat yang aku dapat dari "Selamat Pagi"-mu. Singkat, tetapi memberikan semangat sampai bertemu pagi lagi dan mendapat ucapan itu lagi. Iya, aku selalu bersemangat menyambut pagi dan kamu. Sayangnya itu tidak pernah ada lagi. Semuanya sudah milik yang lain.
Ada hati yang harus dijaga. Ada rindu yang harus ditahan. Ada rasa yang harus dipendam. Ada cinta yang harus dibuang.
Selamat pagi, sayang. Semoga harimu menyenangkan :)
Minggu, 07 April 2013
I'm Officially 18th
Hari ini, resmi 18 tahun. Syukur aku panjatkan pertama kali saat membuka mata pagi ini. Alhamdulillah masih diberi kesempatan menginjak umur baru. Langsung tergerak untuk mengecek hape, dan ya sudah ada beberapa notifikasi. Ada beberapa chat yang sudah masuk. Tahun ini memang teman-teman udah nggak lupa lagi ulang tahunku kayak tahun lalu ( baca di sini ). Pagi ini, @resazakaria berhasil bikin mewek. Mewek di minggu pagi, sepagi itu -_- ah tep terimakasih, Resa :)
Buka twitter, dan sudah ada beberapa juga. Selamat om @wsnfk jadi yang pertama dan doamu itu om, you know me so well :")
Detik berganti menit berganti jam, terus nambah aja yang ngucapin. Ah bahagia :) Belum lagi banyak yang ngasih kado-kado sederhana seperti editan foto, foto ucapan, cerita mini, dan lain lain. Terimakasih banyak. Sesederhana itu saja aku sudah bahagia :D
Tidak bisa dideskripsikan secara jelas bagaimana perasaan hari ini. Ternyata aku nggak pernah sendiri. Temanku selalu ada. Memang lebih membahagiakan saat banyak yang tau. Terimakasih :)
Semoga semua doanya terkabul ya. Sukses juga buat kalian :)
But-But, nuwun banget aku nggak nyangka kalian.... ah sederhana sekali, tapi sungguh aku bahagia :)
Buat abang-abang yang membuat malam ini full of ngakak, terimakasih juga :)
YaAllah. Terimakasih. Terimakasih karena masih diberi kesempatan bernapas. Masih diberi kekuatan untuk hidup. Masih diberi orang tua lengkap. Masih diberi adek yang diam-diam perhatian. Masih diberi banyak teman. Masih diberi kesempatan untuk terus berubah ke arah yang baik. Terimakasih yaAllah. Aku sudah memilih untuk mengikuti jalan yang Kau tunjukkan. Terimakasih :)