Selasa, 03 Desember 2013

Tentang Rasa Suka

"Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu."

-Kau, Aku, dan Sepucuk Angpao Merah. Tere Liye

Selasa, 19 November 2013

Cinta Tetap Menunggu

"Apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap di sana menunggumu untuk mengakuinya"
 -dari novel Remember When

Selasa, 29 Oktober 2013

Hujan Identik dengan Kamu

Hujan datang nggak pernah sendiri. Dia datang keroyokan bersama rindu dan kenangan. Aku juga nggak ngerti kenapa hujan identik dengan galau, rindu, dan sendu. Yang aku tau, saat hujan memang semuanya jadi melankolis dan dramatis.
Rindu jadi berkali-kali lipat rasanya. Kenangan bukan lagi datang satu-satu, dia dateng barengan seperti air bah. Dan semua itu nggak jauh dari kamu. Maksudku nggak jauh-jauh dari pikiran tentang kamu.
Siapa sih yang aku rindu? Kamu. Kenangan tentang siapa sih yang dibawa hujan? Kamu.
Kamu lagi kamu lagi. Aku juga nggak ngerti kenapa hujan identik dengan kamu. Bukannya menyenangkan kalau kita terjebak hujan berdua lagi. Kita yang sebenarnya memang nggak mau pisah menjadikan hujan alasan untuk tetap duduk berdua dan bercerita tentang apapun. Aaaaaa hujan memang ajaib. Setidaknya begitu kata temanku :)

Kamis, 24 Oktober 2013

Tentang Pertemuan yang Diharapkan

"Ada rindu yang bukan ingin bertemu, namun sekedar ingin diingat. Melekat seperti bekas kopi yang pekat, meninggalkan jejak di gelas, walau sudah dicuci berkali-kali."- kamu.

Iya, merindumu dan mengatakan rindu itu mudah. Menyatukan waktu untuk bertemu itu susah.
Walau suatu saat akan ada pertemuan yang mengakhiri kerinduan, entah kenapa aku rasa pertemuan itu masih lama. Lalu merindumu pun menjadi hobiku.

Senin, 07 Oktober 2013

Itu Kamu

Itu bukan yang pertama. Ketika aku dan kamu duduk sangat dekat dan membicarakan apa saja. Ketika aku menatap matamu dan kamu tidak berpaling. Ketika aku masih memperhatikan caramu berbicara tanpa kamu sadari. Ketika aku mengalah demi membiarkan argumenmu yang menang. Ketika tidak ada lagi yang perlu dirahasiakan dalam ceritamu. Dan ketika aku memikirkanmu. Semua bukan pertama kali dan hanya sekali. Semua terjadi berulang-ulang. Rasa nyaman itu ada dan terus ada. Sampai aku berfikir, nyaman itu berada dekat denganmu. Nyamanku itu kamu.

Sabtu, 28 September 2013

Jatuh Cinta

Kita nggak akan pernah tau kapan dan pada siapa hati kita akan jatuh. Eh maksudnya, jatuh hati. Eh maksudnya lagi, jatuh cinta.
Pernah denger cinta pada pandangan pertama kan? Mungkin pandangan pertama itu terjadi saat tampangmu sedang bloon. Bisa jadi saat kamu sedang baru saja putus. Bisa jadi saat kamu bertemu teman lama. Bisa jadi saat kamu menyadari kedekatanmu dengan temanmu.
Pernah denger juga cinta ada karena kebiasaan? Mungkin cinta jatuh pada temanmu. Bisa jadi dengan teman dekatmu. Bisa jadi dengan teman yang baru kenal. Bisa jadi dengan yang lebih tua. Bisa jadi dengan yang lebih muda. Bisa jadi dengan yang beda agama.
Kita tidak pernah punya kuasa kepada siapa dan kapan kita memilih untuk jatuh cinta. Tidak pernah.
Yang kita bisa cuma menerima kalau kita telah jatuh cinta. Kepada siapapun itu dan kapanpun.
Tapi kita punya pilihan. Untuk mengejar, menyatakan, dan mendapatkan cinta itu. Atau untuk memendam, menyimpan, lalu membuang perasaan itu.
Dan lagi-lagi, pilihan itu hilang saat kehendak Tuhan turun tangan :)

Sabtu, 24 Agustus 2013

"Mungkin aku bodoh. Melepaskan apa yang seharusnya diusahakan. Aku bukannya lelah. Hanya saja aku mulai memikirkan perasaanku sendiri", kata hatiku.