Jumat, 03 Januari 2014

Bersamamu itu Bahagia

Tidak banyak yang bisa aku ungkapkan tentang kamu. Rasanya setiap detil kecil hal yang kamu lakukan atau aku lakukan bersamamu adalah bahagia.
Bahagia seperti saat kita membicarakan hal yang hanya kita yang tau di depan orang lain. Mereka tidak mengerti, hanya kita yang mengerti.
Bahagia seperti kita saling mengingatkan akan kebiasaan yang mungkin waktu itu terlupa. Kamu mengingat kebiasaanku dan aku juga begitu. Aku tidak berencana mengingat setiap detil hal yang kamu suka lakukan. Tapi otak tau mana yang harus disimpan di memori.
Bahagia seperti aku sangat menunggu bertemu denganmu dan aku akan bertingkah seolah-olah pertemuan itu tidak disengaja. Kita bertemu dan mengobrol tentang apa saja. Kadang hanya membahas hal kecil yang tidak berbobot tentang kejadian yang aku atau kamu alami sebelumnya.
Bahagia seperti kita sama-sama tidak ingin beranjak pergi dan mengakhiri obrolan kita. Kita sering memakai hujan sebagai alasan untuk tetap tinggal dan pastinya banyak alasan lain yang dibuat-buat, kadang malah tidak masuk akal. Lucu.

Banyak bahagia lain yang tidak bisa disebutkan semua di sini. Singkat cerita, bersamamu itu bahagia untuk sekarang. Entah besok atau besok dan besoknya :)

Selasa, 03 Desember 2013

Menikmati Proses

Kadang yang aku butuhkan hanyalah sedikit waktu bersamamu untuk meyakinkan rasa suka itu ada. Sedikit waktu yang membuat rasa suka itu tetap ada dan tumbuh sedikit demi sedikit. Semuanya proses. Tak terhitung harus berapa lama proses itu, aku tidak peduli. Sama seperti aku tidak peduli akan hasil akhirnya, apakah kamu akan memilihku atau tidak. Bagiku cukup dengan aku yang berproses menyukaimu, rasanya hidupku kembali berwarna dan berirama.

Tentang Rasa Suka

"Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau mengatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar, jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu."

-Kau, Aku, dan Sepucuk Angpao Merah. Tere Liye

Selasa, 19 November 2013

Cinta Tetap Menunggu

"Apapun yang kau katakan, bagaimanapun kau menolaknya, cinta akan tetap di sana menunggumu untuk mengakuinya"
 -dari novel Remember When

Selasa, 29 Oktober 2013

Hujan Identik dengan Kamu

Hujan datang nggak pernah sendiri. Dia datang keroyokan bersama rindu dan kenangan. Aku juga nggak ngerti kenapa hujan identik dengan galau, rindu, dan sendu. Yang aku tau, saat hujan memang semuanya jadi melankolis dan dramatis.
Rindu jadi berkali-kali lipat rasanya. Kenangan bukan lagi datang satu-satu, dia dateng barengan seperti air bah. Dan semua itu nggak jauh dari kamu. Maksudku nggak jauh-jauh dari pikiran tentang kamu.
Siapa sih yang aku rindu? Kamu. Kenangan tentang siapa sih yang dibawa hujan? Kamu.
Kamu lagi kamu lagi. Aku juga nggak ngerti kenapa hujan identik dengan kamu. Bukannya menyenangkan kalau kita terjebak hujan berdua lagi. Kita yang sebenarnya memang nggak mau pisah menjadikan hujan alasan untuk tetap duduk berdua dan bercerita tentang apapun. Aaaaaa hujan memang ajaib. Setidaknya begitu kata temanku :)

Kamis, 24 Oktober 2013

Tentang Pertemuan yang Diharapkan

"Ada rindu yang bukan ingin bertemu, namun sekedar ingin diingat. Melekat seperti bekas kopi yang pekat, meninggalkan jejak di gelas, walau sudah dicuci berkali-kali."- kamu.

Iya, merindumu dan mengatakan rindu itu mudah. Menyatukan waktu untuk bertemu itu susah.
Walau suatu saat akan ada pertemuan yang mengakhiri kerinduan, entah kenapa aku rasa pertemuan itu masih lama. Lalu merindumu pun menjadi hobiku.

Senin, 07 Oktober 2013

Itu Kamu

Itu bukan yang pertama. Ketika aku dan kamu duduk sangat dekat dan membicarakan apa saja. Ketika aku menatap matamu dan kamu tidak berpaling. Ketika aku masih memperhatikan caramu berbicara tanpa kamu sadari. Ketika aku mengalah demi membiarkan argumenmu yang menang. Ketika tidak ada lagi yang perlu dirahasiakan dalam ceritamu. Dan ketika aku memikirkanmu. Semua bukan pertama kali dan hanya sekali. Semua terjadi berulang-ulang. Rasa nyaman itu ada dan terus ada. Sampai aku berfikir, nyaman itu berada dekat denganmu. Nyamanku itu kamu.