Ah mungkin kamu masih ada sedikit urusan, aku akan menunggu.
Aku terus melamun sambil melihat air hujan turun, menampar jalan, membuat suara yang cukup berisik tapi aku tidak terganggu.
Untuk waktu-waktu susah yang tidak dapat kita leburkan dengan pelukan,
Untuk waktu-waktu senang yang tidak dapat kita rayakan dengan ciuman,
Tetaplah percaya ada waktu yang sudah disediakan sedemikan rapinya, suatu saat nanti.
Kita biasa menghabiskan malam seperti ini. Bersama di ruang tengah, menonton tv sambil menyandarkan lelah setelah seharian bekerja. Sama sama meluruskan kaki, dengan aku yang menyandarkan kepalaku di bahumu dan kamu mengelusnya. Kamu adalah rumah ternyaman.
Kita biasa menikmati akhir pekan seperti ini. Bersama di ruang tengah dengan kamu yang nyaman rebahan di pangkuanku. Sama-sama serius, menekuni buku bacaan masing-masing. Bersama dalam diam.
Kita biasa menikmati hujan seperti ini. Bersama di ruang tengah dengan aku yang nyaman di pelukanmu. Menikmati air Tuhan turun di luar jendela kaca besar di depan kita. Memperhatikan bulir-bulir nya turun dengan hebatnya menghasilkan alunan merdu. Hujan menjadi lebih syahdu karena adanya kamu.
Kita biasa seperti ini. Mencintai dengan sederhana. Bahagia dengan hal hal sederhana. Bagiku, selama itu bersama kamu, bagaimana pun aku bahagia. Bagaimana dengan kamu? Apakah sama? Semoga begitu.
Dan sayang, beginilah aku menyatakan padamu aku rindu.
Sekarang kamu tau seperti apa aku.
Bukan tipe yang manis sepanjang waktu.
Cukup pemalu bahkan hanya untuk mengungkapkan rasa sesering kamu.
Untuk cintamu yang sebesar semesta, terimakasih ku sampaikan dengan sekian banyak doa untukmu mengiringi.
Kata orang, obatnya rindu adalah temu, sedangkan doa adalah peredanya untuk sementara.
Selamat ulang tahun.
Ucapannya tidak tepat waktu, tapi semoga kamu selalu tau.
Rasa-rasa yang tidak bisa setiap saat diungkapkan.
Rindu-rindu yang tidak semua bisa dikatakan.
Doa-doa yang selalu tertuju padamu.
Kamu spesial bukan hanya setahun sekali di tanggal kelahiranmu.
Bagiku, sepanjang waktu.
Dua belas bulan setahun.
Empat minggu sebulan.
Tujuh hari seminggu.
Dua puluh empat jam sehari.
Enam puluh menit sejam.
Enam puluh detik semenit.
Sepanjang waktu.
Angka yang baru.
Tidak akan lebih mudah.
Tapi akan lebih ringan, janjiku untuk selalu mendampingi.